Another nice thought from blog yang pernah gw baca…
DELAPAN TANDA KAMU MENIKAHI ORANG YANG SALAH
Untuk jaga2 buat yang belum nikah, dan untuk intropeksi diri buat yang sudah “terlanjur”, coba baca pahami 8 hal berikut… :
1. Kamu harapkan dia untuk berubah ( Berubah !! .. jadi kayak Satria Baja Hitam ) setelah kamu nikahi.
Ini kekeliruan yang sering banget terjadi.. JANGAN PERNAH MENIKAHI MASALAH POTENSIAL ! Ingatlah, jika kamu tidak bisa bahagia dengan orang seperti dia kini, jangan dinikahi. Kalo kata pak RT sih : “You actually can expect people to change after their married…for the worst!”. Maka dalam hal spiritual/rohani, karakter, cara hidup, komunikasi, juga kebiasaannya, yakinkan bahwa kamu telah cocok dengan kondisi2 tersebut pada dirinya sebagaimana keadaannya saat ini.
2. Kamu lebih mementingkan “kimia” dibanding karakter.
“Proses Kimiawi” menyalakan api, tetapi karakter yg baik membuatnya tetap menyala. Kendalikanlah sindrom “I’m in love”, karena seringkali berarti “I’m in lust”. Rasa tertarik itu perlu, tetapi sudahkah mengetahui lebih jauh karakternya ? Paling tidak, empat karakteristik yang sepertinya wajib diketahui :
* Kerendahan hati: – Apakah dia mengerjakan “sesuatu dengan benar dan seharusnya” lebih penting daripada kenyamanan pribadinya ?
* Kebaikan:- Apakah dia enjoy dalam membuat orang lain senang ? Apakah dia memperlakukan semua orang dengan baik tanpa pilih – pilih ? Apakah dia senang jika melakukan pekerjaan sukarela ? Senangkah dia bersedekah/beramal ?
* Tanggung jawab: – Apakah hal-hal yang akan dilakukannya dapat dipertanggung jawabkan atau dipercaya ? Apakah dia stabil secara emosional ?
* Kebahagiaan: – Apakah dia menyenangi dirinya sendiri ? Apakah dia menikmati hidupnya ? Tanyalah pada diri sendiri : Apakah aku ingin seperti orang ini ? Apakah aku ingin mempunyai keturunan dengan orang ini ? Senangkah aku atau anakku jika menjadi sepertinya ?
3. Kalian tidak dapat berbagi prioritas dan tujuan bersama.
Ada tiga dasar yang membuat kita dapat mejalin hubungan lebih dekat dengan orang lain:
a) Kompatibilitas dan “panggilan kimiawi”,
b) Minat yang sama,
c) Tujuan yang sama.
Pastikan bahwa kalian dapat berbagi dalam suatu level hubungan yang mendalam ketika berupaya mencapai tujuan bersama. Setelah perkawinan, kalian akan tumbuh bersama-sama atau tumbuh sendiri-sendiri.
4. Kalian tidak mempunyai koneksi emosional yang mendalam.
Untuk mengetahuinya, tanyakan pada diri sendiri : “Apakah aku menghormati dan respek dengan dia ?” Ini bukan berarti terkesan, kita terkesan oleh Mercedes seri terakhir, tapi kita tidak pantas terkesan dengan seseorang sebab dia memiliki Mercedes tsb. Ya, kita hendaknya terkesan pada kualitas, kreativitas, kesetiaan, determinasi, dll. Jadi apakah kamu menghormati dan respek dengan orang yang memiliki kualitas seperti dia ? .
5. Kamu pilih seseorang yg kerap membuatmu merasa tidak aman / nyaman secara emosional.
Tanyalah diri sendiri :
- Apakah aku merasakan tenang, damai dan rileks dengannya ?
- Dapatkah aku dapat menjadi diriku sendiri dan mengekspresikannya dengan terbuka saat dengannya ? Apakah dia membuatku merasa nyaman dengan diriku ? Jika kamu khawatir untuk menyatakan pendapat dan perasaanmu secara terbuka, maka ada masalah dengan hubungan itu. Jangan kamu sampai merasakan dia sedang berusaha untuk mengendalikan kamu. Ada suatu perbedaan besar antara ” pengendalian” dan “usulan”, usulan bermanfaat untukmu, sedangkan pengendalian bermanfaat untuknya.
6. Kalian tidak terbuka satu sama lain dan atau saling tidak memahami satu sama lain.
Laki-laki dan perempuan mempunyai kebutuhan dan perilaku emosional yang unik dan berbeda.Semua hal yang berpotensi mengganggu dalam suatu hubungan harus didiskusikan. Membahas sesuatu yang tidak nyaman, merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi seberapa baik kalian berkomunikasi, berunding, dan bekerja sama. Kelak ketika hidup bersama, berbagai kesulitan akan bermunculan. Kamu harus mengetahui sekarang, sebelum membuat suatu komitmen: Dapatkah kalian menerima perbedaan dan menemukan kompromi ? Jangan khawatir membiarkan orang mengetahui hal-hal apa yang dapat mengganggu kamu. Ini juga suatu cara untukmenguji kenyamanan perasaanmu jika dengannya . Jika tidak nyaman, kamu tidak bisa lebih dekat, sehingga kesulitan dalam bergandengan tangan.
7. Kamu berharap jika dengannya kamu dapat lepas dari masalah pribadi dan ketidak bahagiaan.
Jika kamu sendirian dan tak bahagia, kemungkinan besar kamu akan menikah dan tak bahagia juga. Perkawinan tidak untuk memperbaiki permasalahan pribadi, emosional dan psikologis. Pada umumnya perkawinan malah akan memperburuknya. Jika kamu tidaklah bahagia dengan dirimu dan hidupmu, perbaikilah sekarang selagi masih sendiri. Kamu akan merasa lebih baik dan di masa depan kamu akan terimakasih pada dirimu.
8. Kalian terlibat secara seksual dengan cepat, atau tertarik secara phisik.
Selain mengarah pada dosa yang besar, ini juga bisa merupakan masalah besar sebab hal tersebut sering menghalangi “explorasi terbuka” pada hal – hal yang penting secara objectif.. Ketertarikan secara seksual cenderung membentuk awan kelabu pada pikiran seseorang dan awan mendung menyulitkan matahari pemikiran rasional dalam menembusnya.
Dan..kalo ada orang2 bertanya apakah gw menikahi org yg salah..gw akan menjawab Insya Allah tidak..
Gw bersyukur aldi yang jujur, yang kalo ada masalah dgn gw dia akan bicara dgn keluarga gw instead of his family, yang terus ngingetin gw to be a better person everyday