So What… ? O_o

July 14, 2010

Born – Walk – Go to School – College – Work -Married – Get Pregnant – Have Baby – Have another baby etc…

All life and traditional phase that we have to follow (orderly). Sorry to mention it traditional, not being a jerk and act modern. But kinda sick of it.

Here the situation. I already through out  those steps until getting married. I don’t say I do not wanna any baby. I do. We try. But hey, we still don’t get it. So what?  Maybe, we just like Carrie and Mr. Big from Sex and the City.. We love the way we are. And happy of course

You people can showing off  your babies, telling stories…

Believe me, I have no jealousy at all. Because we can do it also, we can make fun too, you know? We can watch midnight movie without bothering our parents. We can do traveling wherever we want without worries or have to pack lots of diapers.  We still can focus on our carrier, can come home late at night, spend our money to things that we love not what we have to love. Yeah..you got my point, rite?

I do see my self build complete family with babies and stuff. We try and still try…haha you can trust me on this. But, we enjoy our live now also. So, what ever… I will do it with fun.


Suamiku itu kuping, bukan cantelan panci ya

April 27, 2010

istockphoto_8163663-angry-wife.jpg

“Kan udh gw bilang”

“Makanya kalo istri ngomong itu didengerin”

That’s what I always keep saying for past few days. Gw kadang-kadang berpikir mungkin suami gw ngerasa benda yang bisa membuka dan menutup serta mengeluarkan suara, terletak di bawah idung mancung ini cuma aksesoris pemanis belaka.

Percayalah wahai para kaum Adam…kami ini memang dianugrahi bakat untuk meramalkan apa yang terjadi melalui indra yang selalu kami asah. Indra perasaan, feeling, insting.. you name it lah!

Ceritanya suami ku itu mengalami otot robek (ini istilah dia yang pada dasarnya emang sok tau) sehingga mengalami kesulitan dalam berjalan. Singkat cerita, otot robek nya ini dibawa ke pak Haji untuk di pijet-pijet. Hmmm jangan dipikir persoalan bakalan beres begitu saja. Pak Haji yang baik hati itu memberikan oleh-oleh minyak kelapa. Gak tanggung-tanggung; 2 botol! Sambil berpesan untuk selalu di pijet tiap malem.

Sekarang apa? Gw yang ketempuhan pegel-pegel tiap malem karena kudu mijit-mijit. Ikhlas sih ikhlas…tapi meskipun ikhlas, pegel nya teteep aja kerasa. Udah gitu, bawelnya minta ampuuun. Gw yakin kalau tukang pijit profesional pun jika dibawelin gitu dari awalnya buta ampe mlotot marah-marah. “Jangan dua arah gitu dong mijitnya, searah aja”; “ya..bagian itu yang sakit”; “jangan cepet-cepet dong” dan lain-lain yang membuat sesi pemijitan yang awalnya penuh kecerian berakhir dengan alis berkerut dan hati dongkol seorang istri manis nan baik hati.

Belum lagi aksi gombalisasi yang dilakukan suamiku itu. “Sayang, kamu berbakat deh buat jadi tukang pijit….” WHAAATTTT!!! Rasanya minyak gosoknya pengen gw minumin ke dia aja biar sekalian cepet sembuh.

Duuh sayang lain kali coba ya pergunakan dua cantelan panci yang mejeng masing-masing satu di sisi muka kamu itu..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.